Social Commerce Sebuah Tren yang Merubah Pasar di Tahun 2023
By : Bukan anak intern
September 25, 2023

Telah terjadi banyak perubahan dalam kehidupan setiap tahunnya. Salah satunya adalah proses perdagangan. Sebagaimana perkembangan teknologi, banyak customer yang lebih memilih berbelanja secara online. Itulah sebabnya, social commerce di tahun 2023 semakin marak.
Zhou dkk (2013) menjelaskan bahwa social commerce merupakan pemanfaatan media berbasis internet untuk keperluan penjualan, pemasaran, pembelian dan sebagainya. Artinya, social commerce merupakan kegiatan perdagangan dengan memanfaatkan media elektronik.
Meski demikian, perdagangan online masih mampu menjembatani komunikasi antara penjual dan pembeli. Terlebih, aktivitas tersebut melibatkan dua lingkungan, yaitu online dan offline. Sehingga, proses jual beli berlangsung cepat, tepat, dan efektif.
Baca Juga: Panduan Brand Untuk Customer Journey Gen Z
Ada banyak sekali keuntungan yang di dapat dari social ecommerce. Terlebih, penggunaan sosial media sudah tidak asing lagi. Banyak para generasi Z berselancar di dunia maya dan berujung berbelanja online.
Jadi, social commerce tidak hanya menguntungkan bagi penjual. Baik penjual & pelanggan sama-sama mendapatkan pengalaman aktivitas online yang luar biasa.
Beragam Social Commerce Yang Saat Ini Ada
Tren social commerce di tahun ini sangat beragam. Salah satunya yang paling booming adalah Augmented Reality (AR). Sudah banyak jejaring sosial yang menerapkan teknologi tersebut. Di antaranya adalah aplikasi berinisial I, T, dan F.
Menurut kepala Spark AR aplikasi F, Sue Y, pemanfaatan AR dalam social media dapat menciptakan pengalaman belanja yang menyenangkan. Tentu saja, social media yang dimaksud adalah platform sociall commerce yang dipakai penjual untuk memasarkan produk.
Dengan fitur AR, penjual dapat menunjukkan produk berikut cara pemakaiannya. Sementara, konsumen dapat menjajal produk tersebut secara virtual. Cara ini juga diambil oleh Pink Bottle, sehingga konsumen merasa yakin sebelum bertransaksi.
Jadi, AR ini bisa menjadi media trial untuk konsumen sebelum membeli produk. Konsumen bisa mencoba dan meyakinkan diri sebelum membeli produk. Dengan begitu, konsumen akan tahu apakah produk tersebut cocok atau tidak.
Selain AR, ada juga UGC. UGC hampir sama dengan AR, yaitu meyakinkan konsumen sebelum melakukan transaksi jual beli. Sudah banyak perusahaan atau pebisnis individual yang menerapkan UGC. Salah satunya adalah Pink Bottle.
Media UGC ini berupa konten baik foto, tulisan, atau video, yang mana pembuatnya adalah konsumen sendiri. Bahasa lainnya adalah feedback dari konsumen yang telah berbelanja di toko online terkait.
Manfaat UGC
Dilansir dari riset N, sekitar 79% pelanggan merasa terbantu dengan hadirnya UGC. Menurutnya, peran UGC dalam meyakinkan konsumen untuk berbelanja atau tidak sangatlah bagus.
Terlebih, konten yang ditampilkan adalah konten asli dari konsumen lain, bukan konten promosi dari penjual. Jadi, konsumen baru akan sangat mudah terpengaruh untuk membeli apabila kontennya menarik.
Sebagaimana hasil survei x, sekitar 56% pelanggan mengaku lebih mengandalkan konten video/foto dari pembeli lain. Menurut mereka, feedback tersebut lebih meyakinkan dibanding hanya melihat promosi penjual.
Selanjutnya adalah Konten video. Berdasarkan fakta yang ada, video menjadi tren social commerce yang paling banyak diminati, termasuk Pink Bottle.
Riset S menyatakan bahwa 88% pelanggan lebih tertarik dengan produk yang mana pemasarannya melalui video. Selain menarik, pelanggan bisa lebih jelas melihat produk yang hendak dibeli.
Tidak heran, sekarang, banyak sekali aplikasi media sosial yang multifungsi. Dulu yang hanya untuk post story, sekarang mulai dipakai untuk berjualan. Media utamanya adalah video.
Contohnya adalah aplikasi hitam berinisial T. Mulanya, aplikasi tersebut hanya untuk update video kegiatan harian. Namun sekarang, aplikasi T sudah mulai berkembang, memiliki fitur shopping. Tentu saja, media promosi dalam social commerce-nya adalah video.
Sebenarnya, masih ada banyak sekali media atau teknologi dalam social commerce. Sebagai pebisnis, Anda bisa menentukan sesuai kebutuhan dan target pasar.