Pemilik Bisnis Harus Melek Pasar; Youth-Centered Marketing Menjadi Strategi Promosi Andalan 2023


By : Bukan anak intern

November 29, 2023

youth centered marketing

Marak sekali tren pemasaran 2023 yang diterapkan oleh para pebisnis. Salah satunya adalah mendekati pasar anak muda atau dikenal dengan istilah Youth-Centered Marketing. 

Seiring berkembangnya zaman, tren target pemasaran anak muda juga ikut mengalami pergeseran, yaitu dari milenial menuju Gen Z. Dalam hal ini, pebisnis harus mampu membaca pergeseran tersebut dan memanfaatkan peluang yang tercipta. 

Sabtu (26/03), Iwan Setiawan, CEO Marketeers, menyampaikan hal tersebut dalam acara virtual, Marketeer XFest. Menurutnya, pergeseran termasuk tren pemasaran dalam dunia bisnis yang harus diperhatikan oleh pebisnis. 

Menurut Iwan, generasi milenial yang dulu sering menjadi target pasar tidak lagi cocok jika dijadikan target pemasaran kembali. Ini karena kalangan tersebut telah beranjak dewasa dan bahkan sudah memasuki kehidupan yang mapan. 

Itulah sebabnya, pemilik bisnis wajib membaca bagaimana pergeseran target dari tahun ke tahun. Dalam hal ini, pebisnis perlu mengganti strategi pendekatan untuk memenangkan Gen Z. Tren pemasaran 2023 menyebutnya Youth-Centered Marketing. 

Sesuai namanya, pengertian youth-centered marketing adalah strategi pemasaran dengan target pasarnya adalah kalangan muda, terutama Gen Z. Saat ini, daya beli Gen Z di seluruh dunia mencapai $143 miliar bahkan lebih. 

Sebenarnya, cara tersebut sudah diterapkan oleh beberapa brand, termasuk Pink Bottle. Tentu saja, tujuannya adalah untuk menarik Gen Z agar tergiur dengan produk yang ada. 

Memang, manfaat youth-centered marketing sangatlah banyak. Akan tetapi, target pasar anak muda bukanlah sesuatu yang remeh. Pebisnis dituntut untuk memahami bagaimana kehidupan para anak muda zaman sekarang. Ini meliputi kebiasaan, perilaku, hingga yang disukai dan tidak. 

Jika berhasil menguasai hal tersebut, pebisnis akan dengan mudah menyabet pasar anak muda. Ada banyak sekali perusahaan ternama. Salah satunya adalah Jaris & K. Lantas, apakah perusahaan-perusahaan besar mampu bersaing dalam youth marketing? 

Mengapa Youth Centered Marketing Menjadi Penting

Poin utamanya adalah kehidupan sosial yout generation. Sebagaimana fakta, dunia tidak asing dengan aneka ragam teknologi, khususnya Gen Z. Mereka menguasai hampir semua platform media sosial yang sedang naik daun. 

Lebih 4,26 miliar orang di dunia menggunakan medsos. Banyak yang memanfaatkannya untuk menjaga eksistensi diri dan juga bersosialisasi. Namun sekarang, medsos bukan hanya sebagai pilihan atau tren, tetapi juga merupakan suatu kebutuhan. 

Seringkali, pengguna sosmed berpindah dari satu platform ke platform yang lain. Ini karena mereka ingin menjajaki teknologi mana yang tepat dengan kebutuhannya. 

Hal semacam itu juga berlaku dalam pemilihan produk. Sehingga, pebisnis harus menyuguhkan sesuatu yang pas untuk anak muda sebagai target pasar. 

Kembali menyoal tentang youth marketing, tren tersebut dapat diterapkan dalam berbagai platform. Sekarang, banyak sekali toko atau usaha online yang menjajakan produknya melalui berbagai sosial media. Tidak lain, contohnya adalah Pink Bottle. 

Bukan hanya brand sukses dan terkenal, bahkan pemula pun bisa membangun bisnisnya dengan bantuan sosial media. Yang harus dipahami adalah bagaimana caranya menarik konsumen, khususnya anak muda, serta mempertahankannya sebagai pelanggan. 

Trik yang paling ampuh selain riset yang tajam adalah mengambil hati Gen Z. Dalam hal ini, pebisnis harus tahu dulu apa kebutuhan mereka. Selanjutnya, tugas pebisnis adalah menciptakan produk yang sesuai. 

Jika produk dan brand sudah jadi, pebisnis tinggal melakukan step selanjutnya. Pebisnis harus membangun identitas dan karakter brand yang kuat dan dekat dengan Gen Z

Sebagai contoh, untuk mencapai target pasar, Pink Bottle wajib memahami kebutuhan pasar. Tim tersebut harus paham apa yang diinginkan pelanggan. Dengan begitu, tim Pink Bottle dapat menawarkan brand yang kuat dengan karakter sesuai selera pasar. 

Perusahaan lain pun demikian. Mereka bisa mengembangkan usahanya dengan berbagai strategi, seperti pembuatan website e-commerce atau aku platform tertentu. Dengan begitu, penerapan youth-centered marketing berjalan lancar meskipun tanpa iklan.