Panduan Brand untuk Consumer Journey Generasi Z
By : Bukan anak intern
September 22, 2023

Generasi Z adalah generasi yang saat ini memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan dunia. Meskipun memang, Gen Z ini masih dianggap belum mencapai puncaknya. Akan tetapi mereka sudah mulai mempengaruhi pengalaman berbelanja dan juga marketing.
Gen Z banyak menghabiskan waktunya di internet dengan harapan ketika belanja secara online bisa mendapatkan pengalaman yang personal dan andal.
Sebuah brand yang bisa memberikan pengalaman luar biasa, dapat menarik Gen Z untuk melakukan pembelian produk secara online maupun offline tanpa adanya hambatan, bahkan mereka akan menghargai brand tersebut dengan cara merekomendasikan ke orang lain.
Lantas bagaimana sebuah brand dapat menyesuaikan strategi marketing mereka untuk menarik perhatian Gen Z ini?
Tingkatkan Brand Awareness di Platform Digital
Sebuah brand dapat memperkuat brand dan awareness di media yang digunakan Generasi Z. Bahkan, mereka ini akan menggunakan platform seperti Tiktok, Instagram maupun Youtube untuk mencari informasi tentang produk yang sedang mereka cari.
Tidak jarang selama mencari tahu produk yang mereka butuhkan, Generasi Z menemukan brand baru terkait produk tersebut. Inilah tantangan brand, konsumen potensial dari kalangan Gen Z akan mencari tahu secara langsung tanpa ada yang terlewat tentang brand baru tersebut.
Oleh karena, sebuah brand diharuskan untuk memiliki platform online yang mencangkup semua informasi yang harus diketahui calon pelanggan tentang bisnis brand tersebut dan platform yang bisa digunakan adalah media sosial seperti Instagram dan Tiktok.
Selain menyiapkan kehadiran sebuah brand di platform online media sosial, sangat penting bagi brand untuk memasukkan “pesan yang penuh perhatian” di platform tersebut untuk menargetkan Gen Z.
Alasannya karena 69% pembeli dari kalangan Gen Z lebih cenderung membeli produk dari brand yang mendukung inisiatif sosial, karena Gen Z memiliki pandangan unik yang inklusif dan berharap brand yang mereka pilih bisa memenuhi harapan mereka.
Pink Bottle siap membantu brand mengoptimalkan platform digital mereka untuk mengelola dan membuat konten yang disesuaikan dengan karakteristik Gen Z.
Baca Juga: 3 Strategi Marketing Untuk Memikat Gen Z
Toko Online Sangat Penting Bagi Generasi Z
Anda mungkin pernah mendengar sebagian orang mengatakan bahwa jualan sekarang tidak memerlukan toko fisik, karenas semuanya bisa dilakukan di internet tanpa harus menyewa tempat yang mahal.
Hal itu memang benar dan semenjak ada internet pusat perhatian orang adalah internet dan aktivitas belanja online meledak, terutama ketika pandemi covid 19 kemarin. Akan tetapi bukan berarti tidak diharuskan memiliki toko fisik.
Seperti yang pernah diungkapkan oleh At Kearnet Survey, bahwa 81% pelanggan dari Gen Z lebih memilih pembelian di dalam toko online dan 73% dari Gen Z senang menemukan produk baru di toko fisik.
Artinya, sekarang toko fisik tidak dapat berdiri sendiri. Gen Z akan memadukan aspek digital dan fisik untuk menciptakan pengalaman belanja yang terintegrasi, atau dikenal dengan click and mortar.
Menyandingkan toko fisik dan toko secara online akan meningkatkan fleksibilitas dan pengalaman calon pelanggan dari Gen Z menjadi lebih baik. Hal ini memungkinkan Gen Z mengumpulkan informasi yang bisa mereka temukan sebelum melakukan pembelian di toko fisik.
Advokasi & Keterlibatan
Gen Z sangat berpusat pada komunitas, hasil survei Forbes melaporkan bahwa lebih dari 75% responden merasa memiliki terhadap komunitas mereka. Artinya, branding yang dilakukan bisnis tradisional tidak akan menarik di mata Gen Z.
Karena untuk mendapatkan loyalitas dari calon pelanggan Gen Z, brand dituntut untuk memanusiakan bisnis mereka dan meningkatkan keterlibatan brand dengan komunitas Gen Z pada tingkat yang lebih dalam dan lebih personal.
Pendekatan ini memungkinkan sebuah brand membangun kepercayaan dengan calon pelanggan dari kalangan Gen Z. Generasi Z sangat senang jika mereka diperlakukan lebih dari sekedar sumber keuntungan, melainkan manusia yang berharga.
Jika brand bisa mendapatkan kepercayaan dari Gen Z, maka Gen Z akan mengambil tanggung jawab untuk mempromosikan bisnis tanpa disuruh. Karena Gen Z merasa brand tersebut bisa menjawab harapan mereka.
Apabila hal tersebut sudah dilakukan, hal penting lainnya adalah menjaga komunikasi tetap berjalan lama, meski penjualan telah selesai dilakukan. Caranya adalah dengan menindaklanjuti kepuasaan mereka terhadap produk, menanggapi feedback mereka atau memulai percakapan dengan mereka.
Intinya adalah membangun komunikasi, salah satu caranya dengan membuat konten yang menarik di platform digital seperti Instagram dan Tiktok. Anda bisa menggunakan agency social media management seperti Pink Bottle untuk membantu Anda mengelola media sosial.