ChatGPT OpenAI Bantu Bisnis dan Tidak Menggantikan Manusia
By : Bukan anak intern
October 25, 2023

ChatGPT OpenAI adalah teknologi chatbot yang memiliki kemampuan memahami bahasa alami dan menghasilkan respon seperti manusia. Dalam dua bulan pertama peluncurannya, platform chatbot ini telah berhasil menarik perhatian lebih dari 100 juta pengguna aktif.
Pencapaian tersebut menjadikan ChatGPT sebagai aplikasi dengan pertumbuhan tercepat sepanjang masa. Sebagai perbandingan, aplikasi Tiktok membutuhkan waktu sembilan bulan dan media sosial instagram membutuhkan waktu 2,5 tahun untuk mencapai hal tersebut.
Popularitas platform ini yang tiba-tiba viral membuat banyak orang menganggap bahwa ChatGPT membawa teknologi baru masa kini. Padahal meski platformnya terbaru, namun teknologi yang ada di dalamnya tidak benar-benar baru.
Baca juga: Apa itu social media management
Pasalnya, OpenAI sudah ada sejak tahun 2015 dan telah merilis GPT-1 pada 2018, dilanjutkan dengan GPT-2 di bulan Februari 2019. Pada bulan Juni 2020 OpenAI merilis kembali ChatGPT-3 dan di bulan September 2020 dengan cepat dilisensikan ke Microsoft.
Sedangkan platform ini diluncurkan pada bulan November bersamaan dengan ChatGPT 3.5 yang dikembangkan pada Maret tahun ini, OpenAI meluncurkan GPT-4.
ChatGPT Tidak Dapat Menggantikan Manusia
Banyak diantara user yang mengatakan bahwa ChatGPT ini berbeda dengan AI lainnya, bahkan ada yang mengatakan ChatGPT dapat menggantikan manusia. Memang sudah banyak perusahaan bisnis yang mulai memanfaatkan ChatGPT untuk kebutuhan menulis email.
Namun, pada kasus yang lebih kompleks, manusia masih diperlukan dan manusia tidak tergantikan oleh ChatGPT.
Meski begitu, perusahaan tetap bisa menggunakan ChatGPT untuk kebutuhan bisnis. Terlebih sekarang ini Microsoft tengah mengintegrasikan ChatGPT ke dalam alat produktivitas mereka seperti ke Outlook dan PowerPoint, bahkan dikonfirmasi sudah ditambahkan ke mesin pencari Microsoft Bing dan juga browser Edge.
Resiko Keamanan ChatGPT untuk Keamanan Bisnis
Tidak ada teknologi yang aman, setiap teknologi memiliki kelemahan dan risiko yang bisa dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk melakukan kejahatan.
Hal itu berlaku juga pada ChatGPT, salah satu risiko keamanan yang paling utama adalah kerentanan terhadap serangan siber. ChatGPT dapat menjadi target empuk bagi penyerang siber yang mencari celah untuk mengakses informasi rahasia atau mencuri data pribadi.
Oleh karena itu, perusahaan harus memastikan bahwa ChatGPT yang mereka gunakan memiliki standar keamanan yang tinggi dan kebijakan privasi yang jelas, transparan serta dilindungi dengan sistem otentikasi pemantauan yang ketat.
Perusahaan Tidak Perlu Buru-Buru Mengadopsi ChatGPT
Viralnya ChatGPT membuat sebagian perusahaan di Indonesia merasa perusahaan mereka harus menggunakan ChatGPT dan jika tidak sesegera mungkin akan tertinggal.
Padahal kenyataannya tidak, meskipun ChatGPT adalah teknologi yang menjanjikan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, bukan berarti setiap bisnis harus buru-buru menggunakannya.
Dalam menggunakan ChatGPT banyak pertimbangan yang harus dilakukan salah satunya aspek hukum dan etika yang terkait dengan penggunaan ChatGPT.
Secara keseluruhan, keputusan menggunakan ChatGPT harus didasarkan pada evaluasi bisnis yang matang serta mempertimbangkan faktor-faktor yang terkait dengan penggunaan ChatGPT.
Meskipun ChatGPT adalah teknologi yang menjanjikan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, bukan berarti setiap bisnis harus buru-buru mengadopsinya.
Memang salah satu visi chatbot berbasis AI saat ini adalah menghasilkan komunikasi yang mirip dengan manusia, tapi hal itu belum dicapai dan mungkin masih memerlukan waktu bertahun-tahun untuk mencapainya.
Jadi untuk saat ini yang perlu Anda lakukan adalah memantau dan melakukan eksperimen dengan platform ini, kami Pink Bottle sebagai salah satu creative agency juga ikut memantau dan bereksperimen dengan ChatGPT untuk menghasilkan karya marketing yang powerfull untuk klien kami.
Jika ingin membicarakan permasalahan berkaitan dengan marketing, social media management, influencer marketing serta strategi digital marketing yang sifatnya kompleks bisa konsultasikan dengan Pink Bottle.
Kami telah berpengalaman memegang brand besar seperti Erafone, Netflix dan Samsung untuk membantu brand mereka mencapai puncak tertinggi industri.