3 Strategi Marketing untuk Memikat Gen Z


By : Bukan anak intern

September 21, 2023

Strategi marketing gen z

Source: Canva

Saat ini Gen Z memiliki daya beli yang lebih tinggi, terlebih kebanyakan dari mereka saat ini masuk usia produktif. Bahkan Gen Z memiliki cara pandang yang lebih unik tentang dunia ini dibandingkan dengan generasi mereka sebelumnya.

Gen Z dikatakan memiliki lebih dari 30% populasi global, angka ini tentu saja tidak boleh disia-siakan oleh pebisnis. Para pelaku bisnis di seluruh dunia sedang mencari cara jitu untuk memikat Gen Z agar menjadi pelanggan potensial.

Jika bisnis Anda ingin membangun hubungan baik dengan Gen Z dan menjadikan mereka pelanggan potensial, ada strategi marketing tertentu yang bisa Anda lakukan untuk memikat mereka dan menarik perhatian mereka. 

Gunakan Konten Visual Video

Gen Z tumbuh di era digital, maka dari itu nama lain mereka adalah “Digital Natives”. Gen Z lebih banyak menghabiskan waktu mereka di aplikasi media sosial. 

Sebuah studi mengatakan bahwa Gen Z menghabiskan waktu di aplikasi media sosial hampir 6 jam setiap harinya dengan aplikasi Tiktok dan Instagram sebagai aplikasi media sosial favorit mereka. Oleh karena itu berdasarkan data tersebut, cara terbaik untuk mendekatkan brand Anda ke audiens Gen Z melalui konten visual berupa video.

Video haruslah ringkas, menarik dan mempresentasikan esensi sebuah brand. Misalnya saja, sebuah brand bisa membuat video tentang produk mereka, aktivitas tim atau beberapa cuplikan di balik layar perusahaan.

Jika tidak ada waktu untuk membuat konten visual video, brand Anda bisa menggunakan jasa creative content production. Pink Bottle adalah salah satu agency ternama yang telah banyak bekerja sama dengan client besar seperti erafone, netflix, uniqlo, samsung dan klien lainnya.

Strategi Marketing yang disukai Gen Z

Lakukan Pendekatan yang Mengutamakan Seluler

Ada sebuah penelitian yang dilakukan Tapjoy bahwa Gen Z adalah generasi mobile centric, sebanyak 22% telah menggunakan smartphone di usia 10 tahun bahkan bisa lebih muda dari itu. Sebanyak 61% mereka menerima smartphone di usia 11 – 17 tahun.

Salah satu aktivitas yang sering mereka lakukan dengan smartphone mereka adalah bermain game, membuka media sosial, nonton film di aplikasi streaming seperti netflix atau Disney+. Oleh karena itu, ketika brand Anda membangun platform pemasaran online, fokuskan pada pendekatan yang mengutamakan seluler.

Pastikan konten, iklan dan apapun itu memiliki antarmuka yang mudah dan simple. Karena faktanya ada lebih dari 50% Gen Z menemukan produk baru melalui perangkat seluler mereka. 

Menjadi Otentik dan Bangun Kepercayaan

Jika ingin terlihat otentik dan lebih mudah membangun kepercayaan, brand Anda harus bisa mengkomunikasikan bagaimana perusahaan atau brand tersebut terbentuk, apa saja yang menginspirasi Anda selaku orang yang memulai bisnis tersebut dan upaya apa saja untuk menjalankan konsep tersebut.

Jika hal itu dilakukan, brand Anda akan mendapatkan pujian dan ketertarikan dari Gen Z. Karena Gen Z ingin tahu dan generasi ini selalu ingin belajar tentang asal-usul perusahaan yang menjadi favorit mereka.

Oleh karena itu, cobalah untuk tidak mengambil rute yang terlalu serius dan berikan sedikit humor dalam segala hal. Karena Gen Z akan cenderung lebih mendukung dan setia dengan brand yang menggambarkan aspek manusiawi.

Anda bisa mendiskusikan strategi konten digital marketing yang dapat membangun kepercayaan dengan agency pilihan Anda. Pink Bottle adalah salah satu agency digital marketing profesional yang bisa Anda hubungi untuk diskusi lebih lanjut.